Senin, 23 Desember 2013

PSIKOPER Belum Selesai


BAB I
PENDAHULUAN


1.1       Latar Belakang

      Setiap individu mengalami proses perkembangan yang tidak akan dapat ditolak, terlepas dari kehendak individu yang bersangkutan. Masa dewasa adalah masa dimana inividu telah menyelesaikan pertumbuhannya dan siap menerima kedudukannya dalam masyarakat ataupun dengan orang dewasa lainnya.
      Secara fisik, seorang dewasa menampilkan profil yang sempyrna dalam arti bahwa pertumbuhan dan perkembangan aspek-aspek secara fisiologis telah mencapai posisi puncak. Mereka memiloki daya tahan dan taraf kesehatan yang prima sehingga untuk melakukan berbagai kegiatan tampak inisiatif, kreatif, energik, cepat dan proaktif.
      Begitupun secara psikis, seseorang yang merasa bertanggung jawab, menyadari makna kehidupan serta berusaha akan nilai-nilai yang telah ia pilih, mungkin bisa dikatakan ia seseorang yang memasuki masa dewasa.
      Masa dewasa juga sebagai akhir dari masa remaja. Ketika manusia menginjak masa dewasanya sudah terlihat adanya kematangan dalam dirinya. Kematangan jiwa tersebut menggambarkan bahwa manusia tersebut sudah menyadari makna hidupnya. Dengan kata lain manusia dewasa sudah mulai memilih nilai-nilai atau norma yang telah diangga[ mereka baik untuk dirinya serta mereka berusaha untuk mempertahankan nilai-nilai atau norma-norma yang telah dipilihnya tersebut.


1.2      Rumusan Masalah

1)      Bagaimana perkembangan fisik pada masa dewasa?
2)      Bagaimana perkembangan kognitif pada masa dewasa?
3)      Bagaimana perkembangan sosial emosi pada masa dewasa?

1.3      Tujuan Penelitian

1)      Ingin mengetahui bagaimana perkembangan fisik pada masa dewasa
2)      Ingin mengetahui bagaimana perkembangan kognitif pada masa dewasa
3)      Ingin mengetahui bagaimana perkembangan sosial pada masa dewasa





BAB II
PEMBAHASAN


2.1     Perkembangan Fisik

a. Perkembangan Fisik Masa Dewasa Awal
            Dari pertumbuhan fisik, menurut Santrock (1999) diketahui bahwa dewasa muda sedang mengalami peralihan dari masa remaja untuk memasuki masa tua. Pada masa ini, seorang individu tidak lagi disebut sebagai masa tanggung (akil balik), tetapi sudah tergolong sebagai seorang pribagi yang benar-benar dewasa (maturity). Ia tidak lagi diperlakukan sebagai seorang anak atau remaja, tetapi sebagai layaknya seperti orang dewasa lainnya.
            Penampilan fisiknya benar-benar matang sehingga siap melakukan tugas-tugas seperti orang dewasa lainnya, misalnya bekerja da menikah. Ia dapat bertindak secara bertanggung jawab untuk dirinya ataupun orang lain (termasuk keluarganya). Segala tindakannya sudah dapat dikenakan aturan-aturan hokum yang berlaku, artinya bila terjadi pelanggaran akibat dari tindakannya akan memperoleh sanksi hukum (misalnya denda, dikenakan hukum pidana atau perdata).
Masa dewasa awal terdapat perubahan fisik, misalnya:
1)      Tumbuh bulu-bulu halus
2)      Perubahan suara
3)      Menstruasi
4)      Kemampuan reproduksi

b. Perkembangan Fisik Masa Dewasa Madya
            Rentang usia dewasa madya atau disebut juga usia setengah baya pada umumnya berkisar antara usia 40-60 tahun, dimana pada usia ini ditandai dengan berbagai perubahan fisik maupun mental. Masa usia dewasa madya diartikan sebagai suatu masa menurunnya keterampilan fisik dan semakin besarnya tanggung jawab.
            Menurut Hurlock (1980), baik pria maupun wanita selalu terdapat ketakutan, dimana penampilannya pada masa ini akan menghambat kemampuannya untuk mempertahankan pasangan mereka, atau mengurangi daya tarik lawan jenis.
            Selain itu, sebuah penelitian Nowark (1977) sebagaimana yang dikutip oleh Jhon F. Santrock (1995), menemukan bahwa perempuan berusia dewasa madya lebih memfokuskan perhatiannya pada daya tarik wajah daripada perempuan yang lebih muda atau tua. Dalam penelitian ini, wanita dewasa madya lebih mungkin menganggap tanda-tanda penuaan sebagai pengaruh negatif terhadap penampilan fisiknya.
Beberapa perubahan fisik yang terjadi pada masa dewasa madya antara lain :
1.      Timbulnya uban
2.      Kulit mulai keriput
3.      Gigi yang menguning
4.      Tubuh semakin lama semakin pendek karena otot-otot melemah
5.      Punggung orang dewasa melemah karena piringan sendi di tulang belakang mengalami penurunan
6.      Tulang-tulang tulang bergeser lebih dekat antara yang satu dengan yang lainnya, misalnya, seorang laki-laki yang tingginya 5 kaki 10 inci pada usia 30 tahun barang kali akan menjadi 5 kaki 9 7/8 inci di usia 50 tahun, dan mungkin akan menjadi 5 kaki ¼ pada usia 60 tahun
7.      Sulit melihat objek-objek yang dekat. Daya akomondasi mata, kemampuan untuk memfokuskan dan mempertahankan gambar pada retina mengalami penurunan paling tajam pada usia 40 dan 59 tahun
8.      Penurunan pada sensitivitas pendengaran
9.      Menopause. Pada usia dewasa madya ini mereka akan mengalami periode menopause, dimana pada periode ini haid/menstruasi dan kemampuan bereproduksi akan berhenti secara keseluruhan, sehingga dapat menyebabkan gejala yang tidak menyenangkan bagi wanita, seperti hot flushes, mual, letih, dan cepatnya denyut jantung, hal ini disebabkan menurunnya produksi hormone ekstrogen oleh indung telur
10.  Penurunan kebugaran fisik. Masalah kesehatan utama pada masa dewasa madya antara lain penyakit kanker, kardivaskuler, dan obesitas.

c. Perkembangan Fisik Masa Dewasa Akhir
            Perkembangan masa dewasa akhir atau usia lanjut, membawa penurunan fisik yang lebih besar dibandingkan dengan periode-periode usia sebelumnya. Kita akan mencatat rentetan perubahan-perubahan dalam penurunan fisik yang terkait dengan penuaan, dengan penekanan pentingnya perkembangan-perkembangan baru dalam penelitian proses yang mencatat bahwa kekuatan tubuh perlahan-lahan akan menurun dan hilangnya fungsi tubuh.
            Dalam buku Psikologi Perkembangan Anak : Mengenal Sifat, Bakat, dan Kemampuan Anak oleh reni Hawadi Akbar pada tahun 2001, berikut beberapa penurunan dan hilangnya fungsi tubuh dalam hal fisiologis masa perkembangan masa dewasa akhir atau usia lanjut :
1)      Otak dan sistem syaraf
Saat kita tua kita kehilangan sejumlah neuron, unit-unit sel dasar dari sistem syaraf. Beberapa peneliti memperkirakan kehilangan itu mungkin sampai 50% selama tahun dewasa. Walaupun penelitian lain percaya bahwa hilangnya neuron belum dibuat didalam otak. Barangkali penelitian yang lebih masuk akal adalah bahwa 5-10% dari neuron kita akan berhenti tumbuh sampai kita mencapai usia 70 tahun. Setelah itu, hilangnya neuron akan lebih cepat.
2)      Perkembangan Sensori
Perubahan sensori fisik masa dewasa akhir melibatkan indera penglihatan, pendengaran, perasa, pembau, dan indera peraba. Pada masa dewasa akhir penurunan indera penglihatan bisa mulai dirasakan dan terjadi mulai awas masa dewasa madya. Adaptasi terhadap gelap menjadi lebih lambat, yang berarti bahwa orang-orang usia lanjut membutuhkan waktu lama untuk memulihkan kembali penglihatan mereka ketika keluat dari ruangan yang terang menuju ke tempat yang agak gelap. Selain berkurangnya penglihatan dan pendengaran ada juga mengalami penurunan dalam kepekaan rasa dan bau. Kepekaan terhadap rasa pahit dan masam bertahan lebih lama dibandingkan dengan rasa manis dan asin
3)      Sistem Peredaran Darah
Tidak lama berselang terjadi penurunan jumlah darah yang dipompa oleh jantung dengan seiringnya pertambahan usia sekalipun pada orang dewasa yang sehat. Para ahli berpendapat bahwa jantung yang sehat dapat menjadi lebih kuat selama kita menua dengan kapasitas meningkat bukan menurun
4)      Sistem pernapasan
Kapasitas pernafasan akan menurun pada usia 20 hingga 80 tahun sekalipun tanpa penyakit. Paru-paru kehilangan elastisitasnya, dada menyusut, dan diagfragma melemah. Meskipun begitu berita baiknya adalah bahwa orang dewasa lanjut usia dapat memperbaiki fungsi paru-paru dengan latihan yang memperkuat diagfragma.
5)      Seksualitas
Penuaan menyebabkan beberapa perubahan penurunan dalam hal seksualitas. Penurunan seksualitas pria lebih banyak daripada perempuan. Orgasme menjadi lebih jarang pada laki-laki, terjadi setiap 2 sampai 3 kali hubungan seksual bukan setiap kali hubungan seksual. Rangsangan yang lebih langsung biasanya dibutuhkan untuk ereksi. Walaupun hubungan seksual terganggu oleh kelemahan, relasi lainnya harus dipertahankan, diantaranya, kedekatan sensualitas, dan nilai sebagai seorang laki-laki maupun perempuan.


































BAB III
PENUTUP



3.1     Kesimpulan

            Masa dewasa dapat dibagi menjadi tiga tahap, yaitu masa dewasa awal (20-39 tahun), masa dewasa madya ( 40-59 tahun), dan masa dewasa akhir ( 60-kematian). Masa dewasa sebagai masa akhir dari suatu perkembangan manusia. Masa dewasa juga mengalami berbagai maca perkembangan seperti perkembangan fisik; berkembangnya dan menyusutnya proporsi tubuh, tulang, otot dan lemak, gigi, rambut dan organ perasa. Selanjutnya perkembangan kognitif; yaitu perkembangan pola pikir orang dewasa. Dan yang terakhir perkembangan emosional yaitu respon yang timbul dari stimulus yang menyebabkan perubahan-perubahan fisiologis disertai perasaan yang kuat.
            Masa dewasa juga disebut akhir dari masa remaja, atau disebut dengan masa adolenen. Ketika manusia menginjak masa dewasanya sudah terlihat adanya kematangan dalam dirinya. Kematangan jiwa tersebut menggambarkan bahwa manusia tersebut sudah menyadari makna hidupnya. Dengan kata lain manusia dewasa sudah mulai memilih nilai-nilai atau norma-norma yang telah dianggap mereka baik untuk dirinyaserta mereka berusaha untuk mempertahankan nilai-nilai atau norma-norma yang telah dipilihnya tersebut.

3.2     Saran

            Bagi mahasiswa atau calon pendidik diharapkan mampu mempelajari perkembangan masa dewasa dari segi fisik, kognitif, dan emosional orang dewasa agar nantinya dalam implementasimya dapat memudahkan mengetahui perkembangan yang dialami oleh orang dewasa dan juga dapat mengetahui karakter orang dewasa.





















2.3 Perkembangan Sosial Emosi Pada Masa Dewasa
           
            Selama masa dewasa, perkembangan dunia sosial dan personal dari individu menjadi lebih luas dan kompleks dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya karena pada masa ini individu memasuki peran kehidupan yang lebih luas. Banyak kerawanan-kerawanan sosial yang ditemui individu dewasa sangat berpengaruh terhadap sikap orang dalam perubahan yang timbul karena bertambahnya usia.

1)      Dewasa Awal
      Dewasa merupakan suatu masa penyesuaian terhadap pola-pola kehidupan yang baru, dan harapan-harapan sosial yang baru. Masa dewasa awal adalah kelanjutan dari masa remaja. Sebagai kelanjutan masa remaja, sehingga ciri-ciri masa dewasa awal tidak jauh berbeda dengan perkembangan remaja.
a)      Fokus pada minat
b)      Kondisi yang mempengaruhi perubahan minat : perubahan kondisi kesehatan, perubahan status sosial ekonomi, perubahan pola kehidupan, perubahan nilai, perubahan peran seks, perubahan status pernikanan, menjadi orang tua, tekanan budaya dan lingkungan
c)      Masa krisis sosial : dikarenakan adanya tekanan pekerjaan dan keluarga
d)      Peran sosial sering terbatas sehingga mempengaruhi persahabatan, pengelompokkan sosial serta nilai-nilai yang diberikan pada popularitas individu
e)      Berorientasi pada tugas, bukan pada diri atau ego : minat orang matang berorientasi pada tugas-tugas yang dikerjakannya dan tidak condong pada perasaan-perasaan diri sendiri atau untuk kepentingan pribadi
f)       Tujuan-tujuan yang jelas dan kebiasaan kerja yang efisien : seseorang yang matang melihat tujuan-tujuan yang ingin dicapainya secara jelas dan tujuan-tujuan itu dapat di definisikannya secara cermat dan tahu mana yang pantas dan mana yang tidak serta bekerja secara terbimbing menuku arahnya
g)      Mengendalikan perasaan pribadi : seseorang yang matang dapat menyetir perasaan sendiri dan tidak dikuasai oleh perasaanya dalam mengerjakan sesuatu atau berhadapan dengan orang lain. Dia tidak mementingkan dirinya sendiri, tetapi mempertimbangkan perasaan-perasaan orang lain
h)      Keobjektifan  : orang matang memiliki sikap objektif yaitu berusaha mencapai keputusan dalam keadaan yang bersesuaian dengan kenyataan
i)        Menerima kritik dan saran : orang matang memiliki kemauan yang realistis, paham bahwa dirinya tidak selalu benar, sehingga terbuka terhadap kritik-kritik dan saran-saran orang lain demi peningkatan dirinya
j)        Pertanggungjawaban terhadap usaha-usaha pribadi : orang yang matang mau memberi kesempatan pada orang lain membantu usaha-usahanya untuk mencapai tujuan. Secara realistis diakuinya bahwa beberapa hal penting usahanya tidak selalu dapat dinilainya secara sungguh-sungguh, sehingga untuk itu dia butuh bantuan orang lain, tetapi dia tetap bertanggungjawab secara pribadi terhadap usaha-usahanya



2)     Dewasa Madya
a)      Keyakinan tradisional
Menerima keyakinan tradisional tentang usia setengah baya sangat berpengaruh terhadap sikap orang dalam perubahan fisik yang timbul karena bertambahnya usia
Contoh :          Menopause yang dianggap sebagai periode krisis bagi wanita akan membuat wanita lebih takut menghadapi menopause. Rambut menipis/botak dianggap sebagai mengurangi daya tarik seksual pria.
b)      Pengagungan terhadap masa muda
Banyak pria usia setengah baya memberontak terhadap pembatasan-pembatasan kegiatan dan makanan (diet) demi kesehatan mereka. Pemberontakan ini berasal dari adanya nilai tinggi yang diberikan masyarakat kepada pemuda atau masa muda. Jadi pemberontakan terhadap pembatasan tersebut berarti memberontak terhadap kenyataan ‘menjadi tua’. Pada wanita yang mementingkan penampilan dan pemujaan, pemberontakan terjadi ketika menyadari bahwa dirinya tidak menarik lagi seperti dulu. Bagi mereka yang sulit menyesuaikan diri terhadap perubahan-perubahan fisik tersebut, cenderung memusatkan perhatian kepada pakaian yang dapat menampilkan dirinya lebih muda
c)      Mengalami perubahan peran selalu tidak mudah menimbulkan tantangan bagi setiap orang, terutama setelah memerankan suatu peran untuk kurun waktu yang cukup lama dengan cukup memuaskan.
d)      Perubahan minat
Pada masa ini pria dan wanita harus mampu mengembangkan minat-minat baru, sebagai pengganti minat-minat lama, mengingat kekuatan dan daya tahan tubuh menurun serta rela melepaskan minat lama meskipun hal ini tidak mudah. Bila tidak ada kecenderungan mereka menjadi bosan dan tidak tahu bagaimana harus mengisi waktu luangnya.
e)      Pernikahan dan cinta : Individu berada pada masa kestabilan
f)       Sindrom sarang kosong : terjadi karena anak-anak mulai meninggalkan orang tuanya
g)      Meningkatnya hubungan persaudaraan dan persahabatan
h)      Pengisian waktu luang : individu membangun dan memenuhi aktivitas waktu luang untuk persiapan pension
i)        Hubungan antar generasi : Keterdekatan hubungan tampak pada keterdekatan anak-anak yang beranjak dewasa dengan orang tua
\
3)     Dewasa Akhir
      Ada beberapa bukti bahwa orang-orang yang dipersiapkan terhadap perubahan pribadi dan sosial yang terjadi dimasa usia lanjut, lebih mampu menyesuaikan diri terhadap kehidupan masa tua. Karena penurunan kondisi fisik dan mental, orang lanjut usia lebih potensial terhadap kerawanan-kerawanan dibandingkan waktu ia lebih muda dulu. Sayangnya masyarakat sering tidak melihat potensi tersebut, sehingga kurang ada usaha dilingkungan masyarakat untuk mempersiapkan orang-orang lanjut usia ini terhadap kerawanan-kerawanan tersebut kelak. Misalnya saja dipersiapkan terhadap kecelakaan-kecelakaan (yang umum terjadi pada mereka) atau bagaimana menghindarinya atau dibantu dalam mengadakan waktu luangnya sesuai dengan kesehatan dan energinya yang sudah menurun, selain itu juga dipersiapkan terhadap penyakit jantung, dsb.

a)      Menerima adanya anggapan atau stereotip tentang lanjut usia yang di berikan oleh masyarakat, hal ini membuat para lanjut usia merasa inferior
b)      Perasaan tak berdaya dan inferior yang disebabkan oleh perubahan fisik dan penurunan daya tarik maupun karena perasaan ditolak oleh masyarakat. Juga karena gigi sudah banyak yang tanggak, pendengaran dan penglihatan berkurang, membuat mereka susah mengadakan komunikasi
c)      Tidak mau melepaskan atau mengganti gaya hidup yang lama, mengganti rumahnya dengan yang lebih kecil dan praktis
d)      Menyadari bahwa mereka mulai menjadi pelupa, sulit mempelajari hal-hal baru, lalu menarik diri dari aktivitas-aktivitas yang bersifat kompetitif, lebih-lebih kaum muda
e)      Perasaan bersalah karena tidak menyumbangkan tenaga bagi masyarakat. Mungkin mereka ingin berbuat sesuatu tetapi merasa malu dan takut dianggap seolah-olah pekerjaan yang ada itu ‘dibuat-buat’ atau diada-adakan oleh masyarakat khusus untuk mereka
f)       Pendapatan yang berkurang, mengurangi kesempatanuntuk kegiatan-kegiatan diwaktu senggang/luang, hiburan dan lain-lain
g)      Kurangnya kontak sosial karena kesehatan yang tidak memungkinkan atau keadaan finansial yang kurang/terbatas, dan lain-lain merupakan kerawanan psikologik, karena mereka merasa terisolir. Hal ini mempengaruhi penyesuaian pribadi maupun sosialnya.




2.2     Perkembangan Kognitif

a.       Perkembangan Kognitif Dewasa Awal
Dari sisi intelektual, sebagian besar dari mereka telah lulus dari SMA dan masuk ke perguruan tinggi (universitas/akademi). Kemudian, setelah lulus tingkat universitas, mereka mengembangkan karier untuk meraih puncak prestasi dalam pekerjaannya. Namun demikian, dengan perubahan zaman yang makin maju, banyak diantara mereka yang bekerja, sambil melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, misalnya pascasarjana. Hal ini mereka lakukan sesuai tuntutan dan kemajuan perkembangan zaman yang ditandai dengan masalah-masalah yang makin kompleks dalam pekerjaan di lingkungan sosialnya.

1.      Inteligensi Kristal
Fungsi keterampilan mental yang dapat dipergunakan individu sendiri, dipengaruhi berbagai pengalaman yang diperoleh melalui proses belajar dalam dunia pendidikan. Misalnya, keterampilan pemahaman bahasa (komprehensif verbal/verbal comprehensive), penalaran berhitung angka (numerical skills), dan penalaran induktif (inductive reasoning). Jadi, keterampilan kognitif merupakan akumulasi dari pengalaman individu akibat mengikuti kegiatan-kegiatan pendidikan formal ataupun nonformal. Dengan demikian, pola-pola pemikiran intelektualnya cenderung bersifat teoritis-praktis (text book thinking).
2.      Fleksibilitas Kognitif
Kemampuan individu memasuki dan menyesuaikan diri dari pemikiran yang satu ke pemikiran yang lainnya. Misalnya, kemampuan memahami melakukan tugas reproduksi, yaitu mampu melakukan hubungan seksual dengan lawan jenisnya, asalkan memenuhi persyaratan yang sah (perkawinan resmi). Untuk sementara waktu, dorongan biologis tersebut, mungkin akan ditahan terlebih dahulu. Mereka akan berupaya mencari calon teman hidup rumah tangga berikutnya. Mereka akan menentukan criteria usia, pendidikan, pekerjaan, atau suku bangsa tertentu, sebagai persyaratan pasangan hidupnya. Setiap orang mempunyai criteria yang berbeda-beda.
3.      Fleksibilitas Visuamotor
Kemampuan untuk menghadapi suatu masalah dari yang mudah ke hal yang lebih sulit, yang memerlukan aspek kemampuan visual/motorik
4.      Visualisasi
Kemampuan individu untuk melakukan proses visual. Misalnyaa, bagaimana individu memahami gambar-gambar yang sederhana sampai yang lebih kompleks.

b.      Perkembangan Kognitif Dewasa Madya
Ciri-ciri dewasa Madya :
1.      Usia madya merupakan periode yang sangat ditakuri
Diakui bahwa semakin mendekati usia tua, periode usia madya semakin terasa lebih menakutkan. Pria dan wanita banyak mempunyai alasan untuk takut memasuki usia madya, diantaranya banyak stereotip yang tidak menyenangkan tentang usia madya. Yaitu, kepercayaan tradisional tentang kerusakan mental dan fisik yang diduga disertai dengan berhentinya reproduksi 
2.      Usia madya merupakan masa transisi
Seperti halnya masa puber, yang merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak ke masa remaja. Dimana pria dan wanita meninggalkan ciri-ciri jasmani dan perilaku baru
3.      Usia madya merupakan masa stress
Penyesuaian secara radikal terhadap peran dan pola hidup yang berubah, khususnya ila disertai dengan berbagai perubahan fisik, selalu cenderung merusak nomeostatis fisik dan psikologis dan membawa ke masa stress, suatu masa bila sejumlah penyesuaian yang pokok harus dilakukan di rumah, bisnis dan aspek kehidupan sosial mereka
4.      Usia madya merupakan usia yang berbahaya
Usia mdya dapat menjadi usia yang berbahaya dalam beberapa hal. Saat ini merupakan suatu masa dimana seseorang mengalami kesusahan fisik sebagai akibat dari terlalu banyak bekerja, rasa cemas yang berlebihan, ataupun kurangnya memperhatikan kehidupan.
5.      Usia madya merupakan usia canggung
Sama seperti pada remaja, bukan anak-anak bukan juga dewasa. Demikian juga pada pria dan wanita berusaha madya. Mereka ukan muda lagi, tetapi bukan tua juga
6.      Usia madya merupakan masa berprestai
Menurut Errikson pada usia madya orang akan lebih sukses atau sebaliknya mereka berhenti mengerjakan sesuatu apapun lagi. Menurutnya apabila orang pada masa usia madya memiliki keinginan yang kuat maka ia akan berhasil, sebaliknya jika dia memiliki keinginan yang lemah,, dia akan stag (menetap) pada hidupnya
7.      Usia madya merupakan masa evaluasi
Pada usia iini umumnya manusia mencapai puncak prestasi, maka sangatlah logis jika pada masa ini juga merupakan saat yang pas untuk mengevaluasi prestasi tersebut berdasarkan aspirasi mereka dan harapan-harapan orang lain, khususnya teman dan keluarga dekat
8.      Usia madya dievaluasi dengan standar ganda
walau perkembangannya cenderung mengarah ke persamaan peran antara pria dan wanita baik dirumah, perusahaan perindustrian, profesi maupun dalam kehidupan sosial namun masih terdapat standar ganda terhadap usia
9.      Usia madya merupakan masa sepi
dimana masa ketika anak-anak tidak lagi tinggal bersama orang tua. Contohnya anak yang mulai beranjak dewasa yang telah bekerja dan tinggal diluar kota sehingga orang tua yang terbiasa kehadiran mereka dirumah akan merasa kesepian dengan kepergian mereka.
10.  Usia madua merupakan masa jenuh
Banyak pria atau wanita yang memasuki masa ini mengalami kejenuhan yakni pada sekitar usia 40 tahun akhir. Pada pria merasa jenuh dengan kegiatan rutinitas sehari-hari dan kehidupan keluarga yang hanya sedikit memberi hiburan. Wanita yang menghabiskan waktunya untuk memelihara rumah dan membesarkan anak-anak mereka. Sehingga ada yang merasa kehidupannya tidak ada variasi dan monoton yang membuat mereka merasa jenuh








c.       Perkembangan Kognitif Dewasa akhir
Kecepatan dalam memproses informasi mengalami penurunan pada masa dewasa akhir. Selain itu, orang-orang dewasa lanjut kurang mampu mengeluarkan kembali informasi yang telah disimpan dalam ingatannya. Kecepatan memproses informasi secara pelan-pelan memang akan mengalami penurunan pada masa dewasa akhir, namun faktor individual differences juga berperan dalam hal ini.
Ada 3 komponen penting yang berpengaruh terhadap fungsi kognitif individu berusia lanjut, antara lain :
1.      Pendidikan
Fasilitas pendidikan, semakin tahun