Tradisi orang Jepang mengapresiasi
alam yang indah berlaku untuk bunga sakura. Terlebih karena bunga ini
hanya bertahan sekitar 7 hari setelah mekar. Sebagian orang mungkin
berpendapat tradisi ini hanya hura-hura karena berada di bawah pohon
sakura yang sedang mekar sambil makan dan minum bir dengan teman-teman.
Namun, sebenarnya ada suatu kebahagian ketika melihat sakura mekar.
Yaitu setelah melewati musim dingin yang keras, akan menyuguhkan suatu
keindahan yang memberikan kepastian bahwa musim semi akan segera datang.
Ada sebuah kehidupan yang sedang berlangsung. Itulah yang membuat
Hanami (tradisi melihat bunga sakura) selalu dinantikan oleh Masyarakat
Jepang.
Mungkin tidak banyak orang yang tahu, di Kebun Raya Cibodas sudah sejak lama memiliki pohon sakura. Pada tahun 2007, dalam rangka pengembangan taman-taman tematik di kebun raya ini, maka dibuatlah Sakura Garden dengan jumlah pohon sakura sebanyak 306 tanaman yang terdiri dari 7 (cerasoidas, campulata, costata, jamasakura, lannesiana, xydoensis dan sp. ) sedangkan pohon sakura yang ada diluar Sakura Garden sebanyak 19 tanaman.
Di Jepang, bunga sakura mekar di sekitar bulan Maret-April, yaitu saat menjelang musim semi. Namun di Indonesia, karena Kebun Raya Cibodas memiliki habitat hampir sama dengan habitat asli sakura, ditambah iklim, kontur tanah dan perawatannya yang baik maka memungkinkan bunga sakura mekar 2 kali yaitu pada bulan Januari-Februari dan bukan Juli-Agustus. Menurut Bapak Trisno Utomo, koordinator jasa dan informasi Kebun Raya Cibodas, semua jenis sakura yang disebutkan diatas bisa mekar di Indonesia.
Meskipun ada kesulitan dalam merawat pohon sakura di Indonesia yaitu faktor cuaca seperti hujan, angin dan adanya hama penggerek dan jamur akar, namun berkat usaha dan kerja keras yang dilakukan oleh Kebun Raya Cibodas, bunga sakura dapat dinikmati di Kebun Raya Cibodas tanpa perlu pergi ke Jepang.
Sumber : http://arifmasduki.blogspot.com/2012/04/bunga-sakura-di-kebun-raya-cibodas.html
Tapi kalo menurut peneliti LIPI yang ada disana :

"Efek Perubahan Cuaca dan Mekarnya Bunga Sakura
yetty28 - 30-01-2012 15:19:14
Cuaca ekstrem melanda Indonesia termasuk Pulau Jawa. Salah satu penyebabnya adalah pemanasan global (global warming).
Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan
perubahan-perubahan seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya
suhu daratan bumi, dan intensitas fenomena cuaca yang ekstrem.
“Berdasarkan perkiraan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan
Geofisika) pada tanggal 30 Januari 2012 menunjukkan tinggi gelombang
laut maksimum di Wilayah Perairan Laut Jawa 1.5 – 3.0 meter”. Kondisi
tersebut berdampak signifikan terhadap perubahan iklim di daratan Pulau
Jawa.
Pada pertengahan bulan Januari 2012
cuaca kurang bersahabat terjadi di Kebun Raya Cibodas dengan curah hujan
yang semakin tinggi disertai angin kencang menggoyangkan pepohonan yang
menjulang tinggi serta membangunkan hewan-hewan yang bermukim di area
Kebun Raya Cibodas seperti burung, lutung, dan lain-lain mereka berupaya
untuk bertahan hidup. Tidak hanya hewan dan tumbuhan yang terganggu
dengan perubahan cuaca yang terjadi, perubahan alam ini cukup mengganggu
aktivitas para pegawai KRC menjadi kurang kondusif terutama yang berada
di lapangan. “Kegiatan pemeliharaan dan perawatan terhadap tanaman
koleksi tetap berjalan tetapi disesuaikan dengan kondisi cuaca”. Ujar
Pak Syamsudin selaku Koordinator Koleksi.
Cuaca akhir-akhir ini cenderung mudah
berubah dengan cepat, oleh karena itu kami sangat menghimbau kepada
seluruh pengunjung dan para pegawai Kebun Raya Cibodas untuk tetap
waspada dan berhati-hati apabila angin sedang berhembus kencang dan
turun hujan deras.
Senin (30/01/12) Sakura Mekar
Hari ini terlihat berbeda, cuaca di
Kebun Raya Cibodas sejak tadi pagi cukup cerah, langit biru dan matahari
menampakkan diri walaupun tidak sempurna. Setelah beberapa minggu cuaca
mendung dan berangin, tiba-tiba Bunga Sakura memberikan warna dengan
mekarnya Bunga Sakura jenis Prunus cerasoides yang berasal dari
Pegunungan Himalaya yaitu salah satu koleksi bunga sakura di KRC.
Perubahan cuaca yang tidak menentu membuat bunga sakura mekar tidak
memenuhi pohon sakura secara utuh. Saat ini Bunga Sakura yang mulai
mekar berlokasi di Lingkungan I Vak. I.A (samping Rumah Kaca Anggrek),
Lingkungan II Vak.IV.C (belakang kafe atas), Lingkungan I Vak.III.C
(depan laboratorium) dll. Semoga cuaca dapat terus bersahabat sehingga
Bunga Sakura tidak cepat berguguran, pengunjung dan para pegawai KRC
dapat menikmati mekarnya Bunga Sakura siklus Januari-Februari 2012 lebih
lama."
