BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Setiap individu mengalami proses
perkembangan yang tidak akan dapat ditolak, terlepas dari kehendak individu
yang bersangkutan. Masa dewasa adalah masa dimana inividu telah menyelesaikan
pertumbuhannya dan siap menerima kedudukannya dalam masyarakat ataupun dengan
orang dewasa lainnya.
Secara fisik, seorang dewasa menampilkan
profil yang sempyrna dalam arti bahwa pertumbuhan dan perkembangan aspek-aspek
secara fisiologis telah mencapai posisi puncak. Mereka memiloki daya tahan dan
taraf kesehatan yang prima sehingga untuk melakukan berbagai kegiatan tampak
inisiatif, kreatif, energik, cepat dan proaktif.
Begitupun secara psikis, seseorang yang
merasa bertanggung jawab, menyadari makna kehidupan serta berusaha akan
nilai-nilai yang telah ia pilih, mungkin bisa dikatakan ia seseorang yang
memasuki masa dewasa.
Masa dewasa juga sebagai akhir dari masa
remaja. Ketika manusia menginjak masa dewasanya sudah terlihat adanya
kematangan dalam dirinya. Kematangan jiwa tersebut menggambarkan bahwa manusia
tersebut sudah menyadari makna hidupnya. Dengan kata lain manusia dewasa sudah
mulai memilih nilai-nilai atau norma yang telah diangga[ mereka baik untuk
dirinya serta mereka berusaha untuk mempertahankan nilai-nilai atau norma-norma
yang telah dipilihnya tersebut.
1.2 Rumusan Masalah
1)
Bagaimana
perkembangan fisik pada masa dewasa?
2)
Bagaimana
perkembangan kognitif pada masa dewasa?
3)
Bagaimana
perkembangan sosial emosi pada masa dewasa?
1.3 Tujuan Penelitian
1)
Ingin
mengetahui bagaimana perkembangan fisik pada masa dewasa
2)
Ingin
mengetahui bagaimana perkembangan kognitif pada masa dewasa
3)
Ingin
mengetahui bagaimana perkembangan sosial pada masa dewasa
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Perkembangan
Fisik
a. Perkembangan Fisik Masa Dewasa Awal
Dari
pertumbuhan fisik, menurut Santrock (1999) diketahui bahwa dewasa muda
sedang mengalami peralihan dari masa remaja untuk memasuki masa tua. Pada masa
ini, seorang individu tidak lagi disebut sebagai masa tanggung (akil balik),
tetapi sudah tergolong sebagai seorang pribagi yang benar-benar dewasa (maturity).
Ia tidak lagi diperlakukan sebagai seorang anak atau remaja, tetapi sebagai
layaknya seperti orang dewasa lainnya.
Penampilan
fisiknya benar-benar matang sehingga siap melakukan tugas-tugas seperti orang
dewasa lainnya, misalnya bekerja da menikah. Ia dapat bertindak secara
bertanggung jawab untuk dirinya ataupun orang lain (termasuk keluarganya).
Segala tindakannya sudah dapat dikenakan aturan-aturan hokum yang berlaku,
artinya bila terjadi pelanggaran akibat dari tindakannya akan memperoleh sanksi
hukum (misalnya denda, dikenakan hukum pidana atau perdata).
Masa dewasa awal terdapat perubahan fisik,
misalnya:
1)
Tumbuh
bulu-bulu halus
2)
Perubahan
suara
3)
Menstruasi
4)
Kemampuan
reproduksi
b. Perkembangan Fisik Masa Dewasa Madya
Rentang
usia dewasa madya atau disebut juga usia setengah baya pada umumnya berkisar
antara usia 40-60 tahun, dimana pada usia ini ditandai dengan berbagai
perubahan fisik maupun mental. Masa usia dewasa madya diartikan sebagai suatu
masa menurunnya keterampilan fisik dan semakin besarnya tanggung jawab.
Menurut
Hurlock (1980), baik pria maupun wanita selalu terdapat ketakutan, dimana
penampilannya pada masa ini akan menghambat kemampuannya untuk mempertahankan
pasangan mereka, atau mengurangi daya tarik lawan jenis.
Selain
itu, sebuah penelitian Nowark (1977) sebagaimana yang dikutip oleh Jhon F.
Santrock (1995), menemukan bahwa perempuan berusia dewasa madya lebih
memfokuskan perhatiannya pada daya tarik wajah daripada perempuan yang lebih
muda atau tua. Dalam penelitian ini, wanita dewasa madya lebih mungkin
menganggap tanda-tanda penuaan sebagai pengaruh negatif terhadap penampilan
fisiknya.
Beberapa perubahan fisik yang terjadi pada masa
dewasa madya antara lain :
1.
Timbulnya
uban
2.
Kulit
mulai keriput
3.
Gigi
yang menguning
4.
Tubuh
semakin lama semakin pendek karena otot-otot melemah
5.
Punggung
orang dewasa melemah karena piringan sendi di tulang belakang mengalami
penurunan
6.
Tulang-tulang
tulang bergeser lebih dekat antara yang satu dengan yang lainnya, misalnya,
seorang laki-laki yang tingginya 5 kaki 10 inci pada usia 30 tahun barang kali
akan menjadi 5 kaki 9 7/8 inci di usia 50 tahun, dan mungkin akan menjadi 5
kaki ¼ pada usia 60 tahun
7.
Sulit
melihat objek-objek yang dekat. Daya akomondasi mata, kemampuan untuk
memfokuskan dan mempertahankan gambar pada retina mengalami penurunan paling
tajam pada usia 40 dan 59 tahun
8.
Penurunan
pada sensitivitas pendengaran
9.
Menopause.
Pada usia dewasa madya ini mereka akan mengalami periode menopause, dimana pada
periode ini haid/menstruasi dan kemampuan bereproduksi akan berhenti secara
keseluruhan, sehingga dapat menyebabkan gejala yang tidak menyenangkan bagi
wanita, seperti hot flushes, mual, letih, dan cepatnya denyut jantung, hal ini
disebabkan menurunnya produksi hormone ekstrogen oleh indung telur
10.
Penurunan
kebugaran fisik. Masalah kesehatan utama pada masa dewasa madya antara lain
penyakit kanker, kardivaskuler, dan obesitas.
c. Perkembangan Fisik Masa Dewasa Akhir
Perkembangan
masa dewasa akhir atau usia lanjut, membawa penurunan fisik yang lebih besar
dibandingkan dengan periode-periode usia sebelumnya. Kita akan mencatat
rentetan perubahan-perubahan dalam penurunan fisik yang terkait dengan penuaan,
dengan penekanan pentingnya perkembangan-perkembangan baru dalam penelitian
proses yang mencatat bahwa kekuatan tubuh perlahan-lahan akan menurun dan
hilangnya fungsi tubuh.
Dalam
buku Psikologi Perkembangan Anak : Mengenal Sifat, Bakat, dan Kemampuan Anak
oleh reni Hawadi Akbar pada tahun 2001, berikut beberapa penurunan dan
hilangnya fungsi tubuh dalam hal fisiologis masa perkembangan masa dewasa akhir
atau usia lanjut :
1)
Otak
dan sistem syaraf
Saat kita tua kita
kehilangan sejumlah neuron, unit-unit sel dasar dari sistem syaraf. Beberapa
peneliti memperkirakan kehilangan itu mungkin sampai 50% selama tahun dewasa.
Walaupun penelitian lain percaya bahwa hilangnya neuron belum dibuat didalam
otak. Barangkali penelitian yang lebih masuk akal adalah bahwa 5-10% dari
neuron kita akan berhenti tumbuh sampai kita mencapai usia 70 tahun. Setelah
itu, hilangnya neuron akan lebih cepat.
2)
Perkembangan
Sensori
Perubahan sensori fisik
masa dewasa akhir melibatkan indera penglihatan, pendengaran, perasa, pembau,
dan indera peraba. Pada masa dewasa akhir penurunan indera penglihatan bisa
mulai dirasakan dan terjadi mulai awas masa dewasa madya. Adaptasi terhadap
gelap menjadi lebih lambat, yang berarti bahwa orang-orang usia lanjut
membutuhkan waktu lama untuk memulihkan kembali penglihatan mereka ketika
keluat dari ruangan yang terang menuju ke tempat yang agak gelap. Selain
berkurangnya penglihatan dan pendengaran ada juga mengalami penurunan dalam
kepekaan rasa dan bau. Kepekaan terhadap rasa pahit dan masam bertahan lebih
lama dibandingkan dengan rasa manis dan asin
3)
Sistem
Peredaran Darah
Tidak lama berselang
terjadi penurunan jumlah darah yang dipompa oleh jantung dengan seiringnya
pertambahan usia sekalipun pada orang dewasa yang sehat. Para ahli berpendapat
bahwa jantung yang sehat dapat menjadi lebih kuat selama kita menua dengan
kapasitas meningkat bukan menurun
4)
Sistem
pernapasan
Kapasitas pernafasan
akan menurun pada usia 20 hingga 80 tahun sekalipun tanpa penyakit. Paru-paru
kehilangan elastisitasnya, dada menyusut, dan diagfragma melemah. Meskipun
begitu berita baiknya adalah bahwa orang dewasa lanjut usia dapat memperbaiki
fungsi paru-paru dengan latihan yang memperkuat diagfragma.
5)
Seksualitas
Penuaan menyebabkan
beberapa perubahan penurunan dalam hal seksualitas. Penurunan seksualitas pria
lebih banyak daripada perempuan. Orgasme menjadi lebih jarang pada laki-laki,
terjadi setiap 2 sampai 3 kali hubungan seksual bukan setiap kali hubungan
seksual. Rangsangan yang lebih langsung biasanya dibutuhkan untuk ereksi.
Walaupun hubungan seksual terganggu oleh kelemahan, relasi lainnya harus
dipertahankan, diantaranya, kedekatan sensualitas, dan nilai sebagai seorang
laki-laki maupun perempuan.
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Masa dewasa dapat dibagi menjadi tiga tahap, yaitu masa
dewasa awal (20-39 tahun), masa dewasa madya ( 40-59 tahun), dan masa dewasa
akhir ( 60-kematian). Masa dewasa sebagai masa akhir dari suatu perkembangan
manusia. Masa dewasa juga mengalami berbagai maca perkembangan seperti
perkembangan fisik; berkembangnya dan menyusutnya proporsi tubuh, tulang, otot
dan lemak, gigi, rambut dan organ perasa. Selanjutnya perkembangan kognitif;
yaitu perkembangan pola pikir orang dewasa. Dan yang terakhir perkembangan
emosional yaitu respon yang timbul dari stimulus yang menyebabkan
perubahan-perubahan fisiologis disertai perasaan yang kuat.
Masa dewasa juga disebut akhir dari masa remaja, atau
disebut dengan masa adolenen. Ketika manusia menginjak masa dewasanya sudah
terlihat adanya kematangan dalam dirinya. Kematangan jiwa tersebut
menggambarkan bahwa manusia tersebut sudah menyadari makna hidupnya. Dengan
kata lain manusia dewasa sudah mulai memilih nilai-nilai atau norma-norma yang
telah dianggap mereka baik untuk dirinyaserta mereka berusaha untuk
mempertahankan nilai-nilai atau norma-norma yang telah dipilihnya tersebut.
3.2 Saran
Bagi mahasiswa atau calon pendidik diharapkan mampu
mempelajari perkembangan masa dewasa dari segi fisik, kognitif, dan emosional
orang dewasa agar nantinya dalam implementasimya dapat memudahkan mengetahui
perkembangan yang dialami oleh orang dewasa dan juga dapat mengetahui karakter
orang dewasa.
2.3 Perkembangan Sosial
Emosi Pada Masa Dewasa
Selama masa dewasa,
perkembangan dunia sosial dan personal dari individu menjadi lebih luas dan
kompleks dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya karena pada masa ini individu
memasuki peran kehidupan yang lebih luas. Banyak kerawanan-kerawanan sosial yang
ditemui individu dewasa sangat berpengaruh terhadap sikap orang dalam perubahan
yang timbul karena bertambahnya usia.
1) Dewasa Awal
Dewasa merupakan suatu masa penyesuaian
terhadap pola-pola kehidupan yang baru, dan harapan-harapan sosial yang baru. Masa
dewasa awal adalah kelanjutan dari masa remaja. Sebagai kelanjutan masa remaja,
sehingga ciri-ciri masa dewasa awal tidak jauh berbeda dengan perkembangan
remaja.
a) Fokus pada minat
b) Kondisi yang
mempengaruhi perubahan minat : perubahan kondisi kesehatan, perubahan status
sosial ekonomi, perubahan pola kehidupan, perubahan nilai, perubahan peran
seks, perubahan status pernikanan, menjadi orang tua, tekanan budaya dan
lingkungan
c) Masa krisis sosial :
dikarenakan adanya tekanan pekerjaan dan keluarga
d) Peran sosial sering
terbatas sehingga mempengaruhi persahabatan, pengelompokkan sosial serta
nilai-nilai yang diberikan pada popularitas individu
e) Berorientasi pada
tugas, bukan pada diri atau ego : minat orang matang berorientasi pada
tugas-tugas yang dikerjakannya dan tidak condong pada perasaan-perasaan diri
sendiri atau untuk kepentingan pribadi
f) Tujuan-tujuan yang
jelas dan kebiasaan kerja yang efisien : seseorang yang matang melihat
tujuan-tujuan yang ingin dicapainya secara jelas dan tujuan-tujuan itu dapat di
definisikannya secara cermat dan tahu mana yang pantas dan mana yang tidak
serta bekerja secara terbimbing menuku arahnya
g) Mengendalikan perasaan
pribadi : seseorang yang matang dapat menyetir perasaan sendiri dan tidak
dikuasai oleh perasaanya dalam mengerjakan sesuatu atau berhadapan dengan orang
lain. Dia tidak mementingkan dirinya sendiri, tetapi mempertimbangkan
perasaan-perasaan orang lain
h) Keobjektifan : orang matang memiliki sikap objektif yaitu
berusaha mencapai keputusan dalam keadaan yang bersesuaian dengan kenyataan
i)
Menerima
kritik dan saran : orang matang memiliki kemauan yang realistis, paham bahwa
dirinya tidak selalu benar, sehingga terbuka terhadap kritik-kritik dan
saran-saran orang lain demi peningkatan dirinya
j)
Pertanggungjawaban
terhadap usaha-usaha pribadi : orang yang matang mau memberi kesempatan pada
orang lain membantu usaha-usahanya untuk mencapai tujuan. Secara realistis
diakuinya bahwa beberapa hal penting usahanya tidak selalu dapat dinilainya
secara sungguh-sungguh, sehingga untuk itu dia butuh bantuan orang lain, tetapi
dia tetap bertanggungjawab secara pribadi terhadap usaha-usahanya
2) Dewasa Madya
a) Keyakinan tradisional
Menerima
keyakinan tradisional tentang usia setengah baya sangat berpengaruh terhadap
sikap orang dalam perubahan fisik yang timbul karena bertambahnya usia
Contoh
: Menopause yang dianggap sebagai
periode krisis bagi wanita akan membuat wanita lebih takut menghadapi
menopause. Rambut menipis/botak dianggap sebagai mengurangi daya tarik seksual
pria.
b) Pengagungan terhadap
masa muda
Banyak
pria usia setengah baya memberontak terhadap pembatasan-pembatasan kegiatan dan
makanan (diet) demi kesehatan mereka. Pemberontakan ini berasal dari adanya
nilai tinggi yang diberikan masyarakat kepada pemuda atau masa muda. Jadi
pemberontakan terhadap pembatasan tersebut berarti memberontak terhadap
kenyataan ‘menjadi tua’. Pada wanita yang mementingkan penampilan dan pemujaan,
pemberontakan terjadi ketika menyadari bahwa dirinya tidak menarik lagi seperti
dulu. Bagi mereka yang sulit menyesuaikan diri terhadap perubahan-perubahan
fisik tersebut, cenderung memusatkan perhatian kepada pakaian yang dapat
menampilkan dirinya lebih muda
c) Mengalami perubahan
peran selalu tidak mudah menimbulkan tantangan bagi setiap orang, terutama setelah
memerankan suatu peran untuk kurun waktu yang cukup lama dengan cukup
memuaskan.
d) Perubahan minat
Pada
masa ini pria dan wanita harus mampu mengembangkan minat-minat baru, sebagai
pengganti minat-minat lama, mengingat kekuatan dan daya tahan tubuh menurun
serta rela melepaskan minat lama meskipun hal ini tidak mudah. Bila tidak ada
kecenderungan mereka menjadi bosan dan tidak tahu bagaimana harus mengisi waktu
luangnya.
e) Pernikahan dan cinta :
Individu berada pada masa kestabilan
f) Sindrom sarang kosong :
terjadi karena anak-anak mulai meninggalkan orang tuanya
g) Meningkatnya hubungan
persaudaraan dan persahabatan
h) Pengisian waktu luang :
individu membangun dan memenuhi aktivitas waktu luang untuk persiapan pension
i)
Hubungan
antar generasi : Keterdekatan hubungan tampak pada keterdekatan anak-anak yang
beranjak dewasa dengan orang tua
\
3) Dewasa Akhir
Ada beberapa bukti bahwa orang-orang yang
dipersiapkan terhadap perubahan pribadi dan sosial yang terjadi dimasa usia
lanjut, lebih mampu menyesuaikan diri terhadap kehidupan masa tua. Karena
penurunan kondisi fisik dan mental, orang lanjut usia lebih potensial terhadap
kerawanan-kerawanan dibandingkan waktu ia lebih muda dulu. Sayangnya masyarakat
sering tidak melihat potensi tersebut, sehingga kurang ada usaha dilingkungan
masyarakat untuk mempersiapkan orang-orang lanjut usia ini terhadap
kerawanan-kerawanan tersebut kelak. Misalnya saja dipersiapkan terhadap
kecelakaan-kecelakaan (yang umum terjadi pada mereka) atau bagaimana
menghindarinya atau dibantu dalam mengadakan waktu luangnya sesuai dengan
kesehatan dan energinya yang sudah menurun, selain itu juga dipersiapkan
terhadap penyakit jantung, dsb.
a) Menerima adanya
anggapan atau stereotip tentang lanjut usia yang di berikan oleh masyarakat,
hal ini membuat para lanjut usia merasa inferior
b) Perasaan tak berdaya
dan inferior yang disebabkan oleh perubahan fisik dan penurunan daya tarik
maupun karena perasaan ditolak oleh masyarakat. Juga karena gigi sudah banyak
yang tanggak, pendengaran dan penglihatan berkurang, membuat mereka susah
mengadakan komunikasi
c) Tidak mau melepaskan
atau mengganti gaya hidup yang lama, mengganti rumahnya dengan yang lebih kecil
dan praktis
d) Menyadari bahwa mereka
mulai menjadi pelupa, sulit mempelajari hal-hal baru, lalu menarik diri dari
aktivitas-aktivitas yang bersifat kompetitif, lebih-lebih kaum muda
e) Perasaan bersalah karena tidak
menyumbangkan tenaga bagi masyarakat. Mungkin mereka ingin berbuat sesuatu
tetapi merasa malu dan takut dianggap seolah-olah pekerjaan yang ada itu ‘dibuat-buat’
atau diada-adakan oleh masyarakat khusus untuk mereka
f) Pendapatan yang
berkurang, mengurangi kesempatanuntuk kegiatan-kegiatan diwaktu senggang/luang,
hiburan dan lain-lain
g) Kurangnya kontak sosial
karena kesehatan yang tidak memungkinkan atau keadaan finansial yang kurang/terbatas, dan lain-lain merupakan
kerawanan psikologik, karena mereka merasa terisolir. Hal ini mempengaruhi
penyesuaian pribadi maupun sosialnya.
2.2 Perkembangan
Kognitif
a.
Perkembangan
Kognitif Dewasa Awal
Dari sisi intelektual,
sebagian besar dari mereka telah lulus dari SMA dan masuk ke perguruan tinggi
(universitas/akademi). Kemudian, setelah lulus tingkat universitas, mereka
mengembangkan karier untuk meraih puncak prestasi dalam pekerjaannya. Namun
demikian, dengan perubahan zaman yang makin maju, banyak diantara mereka yang bekerja, sambil
melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, misalnya pascasarjana. Hal ini mereka
lakukan sesuai tuntutan dan kemajuan perkembangan zaman yang ditandai dengan masalah-masalah
yang makin kompleks dalam pekerjaan di lingkungan sosialnya.
1.
Inteligensi Kristal
Fungsi
keterampilan mental yang dapat dipergunakan individu sendiri, dipengaruhi
berbagai pengalaman yang diperoleh melalui proses belajar dalam dunia pendidikan.
Misalnya, keterampilan pemahaman bahasa (komprehensif verbal/verbal
comprehensive), penalaran berhitung angka (numerical skills), dan penalaran
induktif (inductive reasoning). Jadi, keterampilan kognitif merupakan akumulasi
dari pengalaman individu akibat mengikuti kegiatan-kegiatan pendidikan formal
ataupun nonformal. Dengan demikian, pola-pola pemikiran intelektualnya
cenderung bersifat teoritis-praktis (text book thinking).
2.
Fleksibilitas
Kognitif
Kemampuan
individu memasuki dan menyesuaikan diri dari pemikiran yang satu ke pemikiran
yang lainnya. Misalnya, kemampuan memahami melakukan tugas reproduksi, yaitu
mampu melakukan hubungan seksual dengan lawan jenisnya, asalkan memenuhi
persyaratan yang sah (perkawinan resmi). Untuk sementara waktu, dorongan
biologis tersebut, mungkin akan ditahan terlebih dahulu. Mereka akan berupaya
mencari calon teman hidup rumah tangga berikutnya. Mereka akan menentukan criteria
usia, pendidikan, pekerjaan, atau suku bangsa tertentu, sebagai persyaratan
pasangan hidupnya. Setiap orang mempunyai criteria yang berbeda-beda.
3.
Fleksibilitas
Visuamotor
Kemampuan
untuk menghadapi suatu masalah dari yang mudah ke hal yang lebih sulit, yang
memerlukan aspek kemampuan visual/motorik
4.
Visualisasi
Kemampuan
individu untuk melakukan proses visual. Misalnyaa, bagaimana individu memahami
gambar-gambar yang sederhana sampai yang lebih kompleks.
b. Perkembangan Kognitif Dewasa Madya
Ciri-ciri dewasa Madya :
1.
Usia madya
merupakan periode yang sangat ditakuri
Diakui bahwa
semakin mendekati usia tua, periode usia madya semakin terasa lebih menakutkan.
Pria dan wanita banyak mempunyai alasan untuk takut memasuki usia madya,
diantaranya banyak stereotip yang tidak menyenangkan tentang usia madya. Yaitu,
kepercayaan tradisional tentang kerusakan mental dan fisik yang diduga disertai
dengan berhentinya reproduksi
2.
Usia madya
merupakan masa transisi
Seperti halnya
masa puber, yang merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak ke masa remaja. Dimana
pria dan wanita meninggalkan ciri-ciri jasmani dan perilaku baru
3.
Usia madya
merupakan masa stress
Penyesuaian
secara radikal terhadap peran dan pola hidup yang berubah, khususnya ila
disertai dengan berbagai perubahan fisik, selalu cenderung merusak nomeostatis
fisik dan psikologis dan membawa ke masa stress, suatu masa bila sejumlah
penyesuaian yang pokok harus dilakukan di rumah, bisnis dan aspek kehidupan
sosial mereka
4.
Usia madya
merupakan usia yang berbahaya
Usia mdya
dapat menjadi usia yang berbahaya dalam beberapa hal. Saat ini merupakan suatu
masa dimana seseorang mengalami kesusahan fisik sebagai akibat dari terlalu
banyak bekerja, rasa cemas yang berlebihan, ataupun kurangnya memperhatikan
kehidupan.
5.
Usia madya
merupakan usia canggung
Sama seperti pada
remaja, bukan anak-anak bukan juga dewasa. Demikian juga pada pria dan wanita
berusaha madya. Mereka ukan muda lagi, tetapi bukan tua juga
6.
Usia madya
merupakan masa berprestai
Menurut
Errikson pada usia madya orang akan lebih sukses atau sebaliknya mereka
berhenti mengerjakan sesuatu apapun lagi. Menurutnya apabila orang pada masa
usia madya memiliki keinginan yang kuat maka ia akan berhasil, sebaliknya jika
dia memiliki keinginan yang lemah,, dia akan stag (menetap) pada hidupnya
7.
Usia madya
merupakan masa evaluasi
Pada usia iini
umumnya manusia mencapai puncak prestasi, maka sangatlah logis jika pada masa
ini juga merupakan saat yang pas untuk mengevaluasi prestasi tersebut
berdasarkan aspirasi mereka dan harapan-harapan orang lain, khususnya teman dan
keluarga dekat
8.
Usia madya
dievaluasi dengan standar ganda
walau
perkembangannya cenderung mengarah ke persamaan peran antara pria dan wanita
baik dirumah, perusahaan perindustrian, profesi maupun dalam kehidupan sosial
namun masih terdapat standar ganda terhadap usia
9.
Usia madya
merupakan masa sepi
dimana masa
ketika anak-anak tidak lagi tinggal bersama orang tua. Contohnya anak yang
mulai beranjak dewasa yang telah bekerja dan tinggal diluar kota sehingga orang
tua yang terbiasa kehadiran mereka dirumah akan merasa kesepian dengan
kepergian mereka.
10. Usia madua merupakan masa jenuh
Banyak pria
atau wanita yang memasuki masa ini mengalami kejenuhan yakni pada sekitar usia
40 tahun akhir. Pada pria merasa jenuh dengan kegiatan rutinitas sehari-hari
dan kehidupan keluarga yang hanya sedikit memberi hiburan. Wanita yang
menghabiskan waktunya untuk memelihara rumah dan membesarkan anak-anak mereka. Sehingga
ada yang merasa kehidupannya tidak ada variasi dan monoton yang membuat mereka
merasa jenuh
c. Perkembangan Kognitif Dewasa akhir
Kecepatan dalam memproses informasi
mengalami penurunan pada masa dewasa akhir. Selain itu, orang-orang dewasa
lanjut kurang mampu mengeluarkan kembali informasi yang telah disimpan dalam
ingatannya. Kecepatan memproses informasi secara pelan-pelan memang akan
mengalami penurunan pada masa dewasa akhir, namun faktor individual differences
juga berperan dalam hal ini.
Ada 3 komponen penting yang
berpengaruh terhadap fungsi kognitif individu berusia lanjut, antara lain :
1.
Pendidikan
Fasilitas
pendidikan, semakin tahun